Kue Mangkuak, Manis Santannya Tidak Bisa Berhenti Mengunyah

Thursday, November 7, 2019 : 14:10

0 Comments

Kue mangkuak khas Padang
Kue mangkuak khas Padang

MakanLamak.com - Era sekarang soal makanan mungkin sudah beragam rasa yang muncul. Tapi tak jarang, banyak orang yang lebih mencari makanan yang memiliki cita rasa asli tempo doele.

Tepat berada di pinggir Jalan Kenangan Air Dingin, Kelurahan Balai Gadang, Koto Tangah, Padang, ada usaha kue mangkuak dari olahan tangan mak Syamsibar, yang kini telah menginjak umur lanjut usia. Pengalaman yang dimilikinya itu, ternyata masih mampu mempertahankan rasa asli dari kue mangkuak khas Minangkabau.

Di sana, usaha yang dijalani oleh mak Syamsibar ini, spesifiknya hanya khusus untuk kue mangkuak saja. Dengan memiliki sebuah warung yang terbuat dari puing-puing kayu, serta beratapkan dari daun pohon sagu, mak Syamsibar melahirkan kue mangkuak dengan rasa asli kuliner Minangkabau.

Alasan kenapa kue mangkuak dari mak Syamsibar ini mempunyai cita rasa asli Minangkabau, karena kue mangkuak yang dibuatnya sendiri dari api tungku yang cukup besar, menghadirkan rasa kue mangkuak yang benar-benar melelehkan lidah.

Kua mengkuak merupakan kuliner yang dimasak secara tradisional dan menggunakan bahan yang tidak begitu banyak, serta hingga bahan-bahan yang digunakan masih sangat mudah dibeli. Kue mangkuak ini sekilas di lihat dari tampialannya seperti bulan purnama yang dilingkari fenomena alam hallo bulan. Santan kelapa yang mengental membaluti kue yang di tengah-tengahnya terbuat dari adonan gula merah.

Untuk mencetak kue ini, mak Syamsibar menggunakan tempurung yang sudah dibersihkan dan didesain khusus untuk memasak kue mangkuak. Memang betul, unguk membuat kue mangkuak ini membutuhkan banyak tempurung. Berapa jumlah yang dibutuhkan, tergantung dari banyak adonan yang dibuat.

"Saya membuat kue mangkuak ini hampir setiap harinya. Usia saya tidak mudah lagi, jadi kalau sehat badan ini, saya tetap berjaualan. Alhamdulillah kue mangkuak saya ini selalu banyak pesanan. Terkadang apabila saya tutup karena lagi kurang enak badan, banyak pelanggan yang tanya-tanya," katanya.

Untuk membuat kue mangkuak ini, mak Syamsibar hanya melakukannya sendiri, terutama untuk menentukan takaran bumbu. Hal ini dikarenakan, cita rasa kue mangkuak itu ada melalui tangannya mak Syamsibar. Sedangkan untuk membungkus pesanan yang datang, terkadang mak Syamsibar dibantu oleh anaknya yang tinggal dari warung kue mangkuaknya itu.

Berbicara cita rasa asli kue mangkuak, katanya, terletak pada takaran rasa santan kelapa, dan adonan lembut dari mangkuaknya itu. Santan kelapa pada kue mangkuak ini juga disebut oleh masyarkat setempat mangkuak badeta. Nah badeta yang dimaksud itu ialah santan kelapa yang mengental membaluti kue mangkuaknya.

"Namanya kue mangkuak, ya cetakannya itu bulan seperti mangkok. Isikan dulu adonan gula merah yang diaduk dengan tepung, setelah itu disiram dengan santan kelapa yang mengental. Untuk memasaknya itu, tidak dibakar, dan tidak pula menggunakan open. Tapi hanya perlu di uapkan menggunakan dandang atau juga bisa dengan kuali yang besar," jelasnya.

Menurutnya, letak rasa keaslian dari kue mangkuak itu lah rasa santannya yang melekat dari kue mangkuak itu. Santan kelapa kental yang dicampur dengan sedikit garam, membuat setiap gigitan kue mangkuaknya memiliki paduan rasa manis, sehingg menghasilkan rasa yang menggiurkan.

Mak Syamsibar mengakui, banyak pedagang yang juga menjual usaha kue mangkuak memiliki rasa yang bisa dikatakan jauh dari sebuah rasa makanan khas Minangkabau. Dikatakannya kue mangkuak yang ada saat ini, tidak lagi menggunakan santan kelapa sebagai bahan utamannya, melainkan santan kelapa yang dicampur dengan susu. Belum lagi takaran adonan gula merah dengan tepung, juga terbilang asal-asalan.

Perbedaan kue mangkuak dulu itu, kuenya terasa lembut dan deta kue mangkuak yang memberikan cita rasa yang enak. Sementara kue mangkuak era sekarang itu, rasa detanya tidak dominan dan adonan gula merah juga terasa agark hambar. Alhasilnya, kue mangkuak yang demikian menimbulkan kejenuhan saat memakannya.

"Kita di Minangkabau ini, santan kelapa memang menjadi bahan utama untuk memasak, seperti halnya rendang. Bahan utama yang terpenting itu ialah santan kelapannya. Begitu juga dengan kue mangkuak, santan kelapa adalah kompenen terpenting untuk melahirkan rasa kue yang enak," sebutnya.

Meski disisi rasa kue mangkuak mak Syamsibar lebih enak, soal harga tidaklah terlalu mahal. Untuk yang ingin mencicipu kue mangkuak super lezat ini, bisa mengeluarkan uang Rp2.000 untuk satu butir kue mangkuaknya. Ada dua rasa yang dibuat, pertama dari adonan gula merah, dan yang kedua dari adonan tapai.

Biasanya, pelanggan yang datang membeli dengan jumlah besar. Karena kue mangkuak mak Syamsibar ini tidak bakalan ditemukan di warung-warung lainnya, dan hanya ada di dapur warungnya mak Syamsibar yang ada di Air Dingin Padang. Jika berminat, bisa berkunjung ke Air Dingin Kota Padang, yang dekat dari daerah agro wisata Lubuk Minturun.
Share this Article

0 Comments :

Copyright © 2019-2020 MakanLamak.com | Sumber Referensi Kuliner Minangkabau - All Rights Reserved
Design by Ginastel.com