4 Rasa Manis Menyatu jadi Cita Rasa yang Dikenal Bubur Kampiun

Bubur kampiun cita rasa Ranah Minang
Bubur kampiun cita rasa Ranah Minang

MakanLamak.com - Ada cara yang menarik untuk diikuti saat mencicipi kuliner. Dalam satu piring yang tersaji, ada 4 rasa manis yang dicampur, sehingga lahirlah cita rasa maha menakjubkan. Di Sumatera Barat, rasa itu hadir dan dapat ditemui diberbagai tempat sarapan pagi.

Alasan dikenal dengan perpaduan rasa 4 rasa manis, karena ada 4 jenis kuliner pula yang dicampurkan sehingga lahir rasa yang dikenal di Sumatera Barat itu ialah bubur kampiun. Empat jenis rasa manis itu yakni kolak pisang, bubur putih, bubur ketan hitam, dan kolak kacang hijau.

Keempat rasa ini sebenarnya tanpa disatukan dalam satu piring, juga dikenal dengan rasa yang lezat. Sebab keempat jenis kuliner yang dicampur tersebut, merupakan makanan tradisional yang mudah ditemui saat sarapan pagi.

Baca Juga: Enaknya Pisang Kapik di Permindo Padang

Namun, sebelum mengulas tentang kelezatan bubur kampiun khas Ranah Minang yang memiliki tekstur lembut, memiliki paduan rasa yang beragam dari beberapa jenis bubur, namun menyatu dengan apik, dan membuat isi bubur serasa meleleh dimulut, perlu diketahui resep atau bahan yang digunakan.

Pedagang sarapan pagi di Pantai Padang, Beti, mengatakan, resep bubur kampiun sebernarnya tidak sulit, karena pada dasarnya hanya tinggal mencampurkan beberapa jenis bubur seperti campuran dari kolak pisang, kolak kacang hijau, bubur putih, dan bubur ketan hitam.

Beti menjelaskan untuk menjual bubur kampiun itu, ia harus memasakan 4 wajan sekaligus dengan rasa yang berbeda. Seperti untuk kolak pisang itu, dimasak dengan rasa khusus kolak pisang. Soal bumbunya, sama saja dengan bumbu kolak pisang pada umumnya, yaitu gula merah, garam dan daun pandan.

"Setelah semua bahan tersebut tercampur barulah masukkan potongan pisang lalu aduk-aduk hingga pisang masak, kemudian angkat dan sisihkan," jelasnya, Sabtu (29/2/2020).

Setelah itu benar-benar telah masak dengan menampakan warna agak kecoklatan. Selanjutnya memasak bahan campuran untuk buburnya, yaitu bubur putih. Proses di sini masak terlebih dahulu santan hingga mendidih dengan campuran garam dan daun pandan. Setelah itu masukkan larutan tepung beras, dan aduk terus hingga matang.

"Tandanya sudah matang itu adalah bubur menjadi kental, angkat, dan pindahkan ke tempat yang dinilai lebih mudah untuk disajikan," jelasnya.

Begitu juga untuk bubur ketan hitam, membuatnya tidak terlalu rumit, hanya perlu merebus beras dalam kondisi sangat basah. Tapi beras di rebus, proses awalnya beras ketan hitamnya haruslah direndam kurang lebih 3 jam lamanya. Tujuan hal itu dilakukan, agar beras ketan hitamnya benar-benar lembut saat dimasak dan dijadikan bubur.

"Bentuknya tidak cair seperti bubur putih. Tapi tampian bubur ketan hitam ini lebih basah dari pada nasi. Soal rasa, ada rasa manisnya, karena ditaburi sedikit gula merah," ujarnya.

Nah, dari keempat bubur itu selesai dibuat. Saatnya dilakukan melahirkan cita rasa bubur kampiun. Untuk langkah ini, tidak lah terlau rumit atau perlu keahlian khusus dalam menyajikan sebuah kuliner.

Beti menyebutkan, soal penyajian kuliner bubur kampiun ini, ambil sesuai porsi yang diiginkan. Misalnya ingin menggunakan wadah cembung, maka takaran yang cocok untuk persi sarapan pagi, ambil satu sendok nasi bubur ketan hitam, dua sedok nasi bubur putih, selanjutnya disesuaikan saja campuran dari kolak pisang dan kolak kacang hijaunya.

"Jika ingin rasa lebih lezat, bisa tambahkan roti tawar, setelah itu ditambah lagi kuah dari kolak pisangnya. Agar mendapatkan rasa yang menyatu dari 4 rasa bubur itu, aduklah terlebih dahulu sebelum disedu dan santap," ucapnya.

Bagaiaman sejarahnya sehingga ada mencapurkan keempat jenis rasa bubur itu, sehingga lahir nama bubur kampiun, Beti mengaku tidak memiliki penjelasan yang pasti. Intinya, bubur kampiun merupaka bubur yang dinikamti oleh masyarakat di Sumatera Barat dari berbagai kalangan, dengan harga yang terjangkau.

Di Kota Padang misalnya, harga bubur kampiun bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000 per porsinya. Semakin banyak campuran buburnya dan semakin besar pula wadah yang digunakan, maka harganya akan melampui dari Rp5.000 per porsinya.

"Bubur campiun adalah salah satu sarapan pagi yang paling laris. Rasa manis yang dipadukan dari empat bubur itu, membuat orang yang menikmatinya, dapat menjalani hari-hari lebih semangat," sebutnya.

Salah seorang warga Kota Padang, Ronal, mengatakan, berbicara soal kuliner di Ranah Minang, tidak perlu diragukan lagi. Termasuk bubur kampiun itu, yang memang banyak masyarakat menyukainya.

Baca Juga: Ini 11 Rekomendasi Tempat Menikmati Kuliner Terdahsyat di Sumatera Barat

"Saya sudah seperti jadi sarapan rutinan untuk bubur kampiun ini. Tidak hanya saja, anak-anak saya juga suka. Karena di dalam satu porsinya itu kita mendapatkan empat rasa, bisa dapat rasa kolak, dan bubur-bubur lainnya," jelasnya.

Ronal mengakui hampir sepanjang jalan pusat kota ataupun di tempat keramaian, ada pedagang kaki lima yang menjual bubur kampiun tersebut. Soal harga tergantung dari kondisi porsi yang disediakan si penjual.

"Bubur kampuin itu, manisnya tidak membuat selera jadi bosan. Coba bayangkan, kolak pisang dicampur dengan bubur putih, wah sungguh lezat," ungkapnya.
Makan Lamak
MakanLamak.com merupakan sebuah website yang menghadirkan informasi seputar makanan atau kuliner khusus Sumatera Barat dan kuliner nusantara pada umumnya

Artikel Lainnya

Post a Comment