Jajanan Tradisional Kue Lopis Padang tak Hilang Ditelan Zaman

Saturday, February 22, 2020 : 19:56

0 Comments

Jajanan Tradisional Kue Lopis Padang tak Hilang Dari Masa ke Masa
Kue lopis Padang

MakanLamak.com - Kuliner dari perkampungan di Minangkabau, Sumatera Barat, lopis, terbilang masih eksis. Keberadaanya pun sampai sekarang masih banyak dijual di pasar.

Meski terbilang masih dijual dari pedagang kaki lima, tapi penikmatnya masih banyak yang datang dari berbagai kalangan dan dari berbagai usia. Hal ini dikarenakan makanan tradisional tersebut terbilang sebuah kuliner yang terbuat murni dan tidak ada bercampur dengan bahan pengawet.

Salah satu hal lainnya yang membuat lopis manis Padang ini begitu laris manis di era yang hadir berbagai rasa makanan kekinian, ialah soal harganya. Untuk menikmati lopis ini, rata-rata dijual disejumlah tempat Rp5.000 per per persi yang terdiri dari dua buah lopis segitiganya.

Baca Juga: Ada Standirisasi Memasak Lamang Khas Minangkabau

Seperti yang dikatakan oleh Eni, pedagang jajanan tradisional di Pasar Tanjung Aur Padang, sudah hampir 4 tahun ini ia berdagang lopis, dan tiada hari yang tersisa barang yang dijualnya. Semua ini, ada alasan bagi Eni, sehingga membuat rasa lopis yang begitu banyak disukai oleh pembelinya.

"Semua ini saya yang buat dari tangan saya sendiri lopisnya. Soal bumbunya benar-benar diracik secara alami, ada beras ketan, parutan kelapa, gula merah aren dan santan kelapa juga," katanya, Sabtu (22/2/2020).

Ia mengaku dengan hasil racikannya itu turut membantunya dalam hal penghasilan ekonomi keluarga, dan turut melestarikan kuliner tradisional, yang kini mendapat tantangan dari makanan kekinian yang memiliki berbagai rasa.

Berbicara soal bumbu dan racikan, Eni menjelaskan, tidak begitu lama dan cara yang panjang untuk membuat lopis seenak yang dijualnya tersebut. Hal pertama yang bisa dilakukannya ialah tiriskan beras ketan dan cuci bersih, dan setelah itu tiriskan kembali. Setelah itu, barulah dicampur beras ketan dengan garam dan aduk hingga rata.

Nah ambila untuk beras ketan telah disiapkan, selanjutnya ambil selembar daun pisang. Bentuk jadi contong segitiga atau kerucut, serta isi dengan 2 sendok makan beras ketang hingga penuh.

"Saatnya kita munlai untuk melipat daun hingga ketan tertutup dan berbentuk segitiga. Sematkan dengan tusuk gigi. Lakukan hingga semua habis," paparannya.

Apabila hal demikian telah dilakukan, dilanjutkan dengan menyiapkan panci presto. Masukkan lupis dan daun pandan dan isi panci dengan air hingga setengah panci.

Baca Juga: Kerupuk Kuah Rasa Pedas di Lembah Harau

Lalu tutup rapat lalu rebus dengan api besar. Saat muncul bunyi nyaring atau mendesis, kecilkan api. Rebus selama 1 jam hingga matang, barulah diangkat dan tiriskan.

"Sebenarnya untuk daun pisang sebaiknya dijemur dulu agar lemas dan tidak mudah sobek saat digunakan untuk membungkus. Bisa juga dengan memanggangnya sebentar di atas kompor," sebutnya.

Dari langkah-langkah yang dilakukan itu, Eni tiap harinya menjual lopis di Pasar Tanjung Aur Padang. Bahkan ia menyebutkan, penjualan lopisnya itu tidak kalah laris dari serabi.

"Kalau serabi sekarang kan sudah banyak dijual di tempat-tempat seperti restoran. Nah meski lopis di jual pedagang kaki lima seperti saya, masih banyak yang beli kok," ucapnya.
Share this Article

0 Comments :

Copyright © 2019-2020 MakanLamak.com | Sumber Referensi Kuliner Minangkabau - All Rights Reserved
Design by Ginastel.com